MANDATRAKYAT.COM, Jakarta – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk. Setelah lebih dari 75 tahun dalam penjajahan zionis Israel, upaya masyarakat internasional untuk menghentikan agresi militer dan aksi genosida di Palestina belum membuahkan hasil.
“Sudah lebih dari setahun upaya menghentikan agresi militer dan genosida di Jalur Gaza seolah menguap bersama asap mesiu dari moncong senapan tentara zionis Israel. Lebih dari 48 ribu rakyat Gaza menjadi korban, sementara infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan rumah ibadah hancur tanpa perikemanusiaan,” ujar Prof. Sudarnoto.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama 67 ormas Islam, lembaga filantropi, dan Aliansi Solidaritas Pembela Palestina menyerukan aksi nyata dalam membela Palestina melalui gerakan “Shiyam Ramadhan, Kemanusiaan, dan Kemerdekaan Palestina.”
MUI menegaskan empat poin penting dalam aksi ini:
- Menjadikan Ramadhan sebagai Bulan Solidaritas Palestina. Masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, didorong untuk mengintensifkan bantuan kemanusiaan dan memperkuat dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
- Mendukung penuh sikap tegas Pemerintah Indonesia. MUI berharap pemerintah terus memperkokoh solidaritas global guna memastikan gencatan senjata yang permanen serta mendukung rekonstruksi Jalur Gaza tanpa intervensi asing, khususnya dari Amerika Serikat.
- Mendorong kepemimpinan Indonesia di dunia Islam. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia diharapkan terus berperan aktif di berbagai forum internasional, termasuk OKI, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
- Menggerakkan aksi boikot terhadap produk Israel. Seluruh masyarakat sipil dunia didorong untuk terus melakukan aksi damai dan menekan pihak-pihak yang menghambat perjuangan Palestina dengan memboikot produk yang berafiliasi dengan Israel.
MUI menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya persoalan politik, tetapi juga bagian dari komitmen kemanusiaan dan amanah konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
“Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina. Ramadhan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, menggalang bantuan, dan mempertegas komitmen kita dalam membela kemerdekaan Palestina,” pungkas Prof. Sudarnoto.





