Pemerintah Bagikan Tanah Negara untuk Orang Miskin, Prabowo Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Aset Produktif

MANDATRAKYAT.COM, Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi menjalankan program pembagian tanah untuk masyarakat miskin sebagai langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. Program ini menargetkan satu juta warga miskin untuk menerima lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan jangka panjang.

Menteri Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa langkah ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

“Setidaknya ada satu juta orang miskin yang akan menikmati program pembagian tanah ini. Ini bukan bantuan sesaat, tapi solusi jangka panjang,” ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Ia menegaskan bahwa penerima bantuan adalah kelompok masyarakat termiskin yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan kerja harian berbasis lahan.

“Yang diprioritaskan adalah masyarakat dalam DTKS desil 1 dan 2, terutama petani dan buruh tani,” katanya.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menekankan bahwa pemerintah tidak memberikan tanah dalam bentuk hak milik untuk mencegah praktik spekulasi dan penjualan lahan secara bebas.

“Tanah ini diberikan dalam bentuk hak pakai, bukan hak milik. Bisa digunakan seumur hidup, bisa diwariskan, tapi tidak bisa dijual,” tegas Nusron.

Meski tidak berstatus hak milik, pemerintah tetap memberikan keleluasaan bagi penerima untuk mengembangkan usaha.

“Sertifikat hak pakai ini bisa diagunkan ke bank untuk modal usaha, tapi tetap tidak bisa diperjualbelikan,” lanjutnya.

Pemerintah menilai kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi bantuan sosial agar tidak sekadar konsumtif, tetapi menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat miskin melalui kepemilikan aset produktif.

“Ini adalah cara Presiden Prabowo membangun ekonomi dari bawah dengan memberi rakyat miskin alat untuk bangkit, bukan hanya bantuan sementara,” kata Nusron.

Dengan kebijakan ini, negara berharap tingkat kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara signifikan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *