Bawang Merah Sempat Naik di Awal Ramadan, Kini Berangsur Turun

MANDATRAKYAT.COM, Bekasi – Selain cabai, komoditas bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga pada awal Ramadan di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha kuliner selama bulan puasa.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa harga bawang merah pada awal Ramadan berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram. Namun setelah dua hingga tiga hari memasuki masa puasa, harga naik hingga menyentuh Rp30 ribuan per kilogram.

“Awal Ramadan bawang merah di kisaran Rp24 ribu per kilogram, lalu setelah dua sampai tiga hari puasa naik hingga menyentuh Rp30 ribuan, dan sekarang sudah mulai ada penurunan karena pasokan kembali normal,” ungkapnya.

Menurutnya, lonjakan tersebut dipicu oleh peningkatan permintaan yang cukup signifikan. Selama Ramadan, konsumsi bawang merah cenderung meningkat karena menjadi bahan utama berbagai masakan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha makanan dan katering.

Ia menambahkan, kenaikan harga di awal Ramadan merupakan pola yang hampir terjadi setiap tahun. Permintaan yang melonjak dalam waktu singkat membuat harga menyesuaikan, terlebih jika pasokan dari daerah sentra produksi belum sepenuhnya optimal.

Namun dalam beberapa hari terakhir, harga bawang merah mulai menunjukkan tren penurunan. Hal ini terjadi karena distribusi dari daerah penghasil kembali lancar sehingga stok di pasar induk mencukupi kebutuhan pedagang.

Abdul Rahman memastikan bahwa saat ini pasokan bawang merah dalam kondisi aman dan tidak terjadi kelangkaan. Ia juga menyebutkan bahwa stabilitas harga sangat dipengaruhi kelancaran distribusi dan kondisi cuaca di daerah penghasil.

“Kalau kiriman lancar dan cuaca mendukung, harga bisa lebih stabil dan tidak terlalu tinggi seperti di awal puasa,” jelasnya.

Dari sisi pedagang, penurunan harga ini memberikan angin segar karena daya beli masyarakat mulai kembali normal. Harga yang lebih terkendali membuat transaksi berjalan lebih stabil dibandingkan saat terjadi lonjakan di awal Ramadan.

Ia juga memprediksi, apabila kondisi distribusi tetap lancar dan cuaca mendukung proses panen di daerah sentra produksi, harga bawang merah berpotensi kembali mendekati harga sebelum Ramadan.

Dengan tren tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bawang merah menjelang Idulfitri. Pasokan di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani dipastikan tetap tersedia, sementara harga secara bertahap bergerak menuju kondisi yang lebih stabil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *