BRIN: Pengangguran Indonesia Tertinggi di ASEAN, Pemerintah Harus Ambil Langkah Konkret

MANDATRAKYAT.COM, Jakarta – Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ivan Lilin Suryono, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Menurut Ivan, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 4,9 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada tahun ini, berdasarkan data dari Dana Moneter Internasional (IMF).

“IMF memproyeksikan tingkat pengangguran tahun ini mencapai 5,1 persen,” ujarnya.

Ivan menilai bahwa kondisi ini menunjukkan Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand. “Ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah saat ini,” ucapnya.

Untuk menekan angka pengangguran, Ivan menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah, terutama melalui investasi besar-besaran yang mampu menciptakan lapangan kerja.

“Pemerintah perlu investasi sebesar-besarnya agar dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. “Perkembangan industri sangat pesat dan kebutuhannya pun semakin meningkat. Maka, pendidikan dan pelatihan harus menyesuaikan,” tambahnya.

Ivan mendorong pelatihan kerja yang selaras dengan tuntutan pasar tenaga kerja agar lulusan pendidikan formal memiliki daya saing tinggi. Kompetensi yang diperlukan, kata dia, meliputi pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta sikap kerja.

Di sisi lain, ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki pola pikir terbuka dan kreatif, serta tidak hanya mengandalkan menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

“Generasi muda jangan hanya memikirkan kemungkinan menjadi pekerja tetapi cobalah untuk menciptakan dan membuka lapangan kerja,” tegas Ivan.

Dengan berbagai tantangan yang ada, BRIN mendorong sinergi lintas sektor dalam pengentasan pengangguran agar Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *