MANDATRAKYAT.COM – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, pada Minggu lalu mendesak pencabutan sanksi terhadap Suriah. Ia menegaskan bahwa sanksi tersebut menjadi penghambat utama dalam upaya pembangunan kembali dan pengembangan negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers setelah pertemuan tingkat tinggi tentang Suriah yang diadakan di Riyadh.
“Kami menekankan pentingnya mencabut sanksi unilateral dan internasional yang dijatuhkan kepada Suriah, karena hal ini menghalangi rakyat Suriah untuk mencapai aspirasi mereka dalam pembangunan dan rekonstruksi,” ujar Pangeran Faisal.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan negara-negara Timur Tengah seperti Suriah, Yordania, Lebanon, Turki, serta negara Barat seperti Inggris dan Amerika Serikat. Delegasi dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Uni Eropa, dan PBB juga turut hadir.
Suriah diwakili oleh Menteri Luar Negeri baru, Asaad Hassan Al-Shaibani. Dalam pernyataannya, Pangeran Faisal menyambut baik langkah-langkah positif yang telah diambil oleh pemerintahan baru Suriah, termasuk komitmen mereka terhadap dialog bersama dan pemberantasan terorisme.
Arab Saudi berkomitmen untuk mendukung Suriah dengan tetap menghormati kedaulatan negara tersebut. Dukungan yang diberikan mencakup bantuan kemanusiaan dan ekonomi, stabilisasi, rekonstruksi, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan kembalinya pengungsi Suriah.
Pejabat Uni Eropa dan Jerman juga memberikan tanggapan terkait sanksi terhadap Suriah. Kaja Kallas, Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, menyatakan bahwa mereka tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk meringankan sanksi dengan syarat adanya kemajuan positif, seperti inklusivitas kelompok dalam pemerintahan, penolakan terhadap radikalisasi, dan pelibatan perempuan.
Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, menekankan perlunya pendekatan yang cermat. Ia menyebutkan bahwa sanksi terhadap individu yang terlibat dalam kejahatan perang harus tetap diberlakukan, sambil menegaskan pentingnya menghormati integritas wilayah Suriah. Jerman juga mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai €50 juta untuk Suriah.
Dalam pernyataan resmi, Arab Saudi mengutuk perluasan pemukiman Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, menegaskan kembali bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari Suriah. Arab Saudi juga meminta dukungan internasional untuk rakyat Suriah dalam upaya mereka membangun masa depan yang lebih baik.




