Konferensi Haji dan Umrah Keempat Dibuka di Jeddah

MANDATRAKYAT.COM – Konferensi dan Pameran Layanan Haji dan Umrah keempat resmi dibuka pada Senin (12/1/2025) di Jeddah. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah bersama Program Pengalaman Jemaah, dengan tema “Jalan Menuju Nusuk.”

Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, memimpin peresmian acara yang dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al-Rabiah, sejumlah menteri Islam, duta besar, dan perwakilan dari 87 negara.

Selama empat hari, lebih dari 300 organisasi lokal dan internasional memamerkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah. Topik yang diangkat meliputi logistik, transportasi, manajemen keramaian, perumahan, perhotelan, dan katering—semua aspek penting dalam menyempurnakan pengalaman jamaah.

Acara ini juga menghadirkan 47 sesi diskusi, 50 lokakarya, dan lebih dari 130 pembicara dari berbagai negara yang membahas isu keberlanjutan, penggunaan teknologi ramah lingkungan, kecerdasan buatan dalam manajemen kerumunan, serta solusi digital. Selain itu, kesempatan juga diberikan kepada perusahaan rintisan dan inovator untuk berbagi ide dan membangun kemitraan baru.

Ketua Dewan Koordinasi untuk Fasilitas Layanan Jemaah Domestik, Saed Al-Jahni, menegaskan bahwa konferensi ini mencerminkan tujuan Visi Saudi 2030 untuk meningkatkan pengalaman Tamu Allah. “Acara ini menjadi ajang berbagi pengetahuan, mengantisipasi tren masa depan, dan mendorong kolaborasi melalui kemitraan dan inisiatif,” jelasnya.

Di sisi lain, Mohammed Muajini dari Ashraqat Hajj mengungkapkan bahwa fokus perusahaannya adalah memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan layanan haji dan umrah, sejalan dengan visi pembangunan Arab Saudi.

Pada sela-sela konferensi, sejumlah perjanjian penting ditandatangani, termasuk antara Arab Saudi dan Pakistan yang memungkinkan 179.210 jamaah Pakistan melaksanakan haji tahun ini. Perjanjian serupa juga dilakukan dengan India, yang memungkinkan keberangkatan 175.025 jamaah, dan Indonesia, yang akan mengirimkan 221.000 jamaah haji.

Selain itu, Universitas Umm Al-Qura, bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, menyelenggarakan hackathon bertajuk “Humanizing the Holy Sites.” Kompetisi ini mengundang mahasiswa, wirausahawan, dan profesional untuk merancang solusi inovatif yang meningkatkan pengalaman haji sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Di puncak acara, sidang tingkat menteri akan digelar untuk membahas proyek dan inisiatif baru yang dirancang guna meningkatkan pelayanan haji dan mendukung perjalanan jamaah secara menyeluruh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *