Inggris Peringatkan Israel soal Operasi Militer di Gaza, Ancaman Tindakan Konkret Disampaikan PM Keir Starmer

Jakarta, RISE News – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan peringatan keras kepada Israel terkait operasi militernya di Gaza. Starmer menegaskan bahwa jika Israel terus melanjutkan ofensif militer dan membatasi bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut, Inggris akan mengambil langkah-langkah konkret sebagai respons.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Perdana Menteri Inggris di Downing Street, Kamis (5/6), usai pertemuan Starmer dengan Raja Yordania Abdullah II. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas situasi yang tidak bisa ditoleransi di Gaza serta memburuknya kondisi di Tepi Barat.

Bacaan Lainnya

“Perdana Menteri menegaskan jika Israel terus melakukan operasi militer di Gaza dan membatasi bantuan kemanusiaan, maka Inggris akan merespons dengan mengambil langkah konkret,” ujar Juru Bicara tersebut.

Diskusi antara Starmer dan Raja Abdullah juga menekankan pentingnya pencapaian gencatan senjata yang berkelanjutan, pertukaran tahanan, serta distribusi bantuan kemanusiaan secara cepat dan dalam jumlah signifikan.

Bulan lalu, Inggris telah menunda negosiasi perdagangan bebas dengan Israel dan memanggil Duta Besar Israel ke Kementerian Luar Negeri Inggris untuk menjelaskan aksi militer Israel di Gaza.

Menlu Inggris David Lammy turut mengkritik keras Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Lammy menyebut retorika dan tindakan pemerintahan Netanyahu, termasuk ekspansi di kawasan Palestina, sebagai “mengerikan.”

Dalam pidatonya di Parlemen Inggris, Lammy menyerukan pemberian sanksi baru terhadap individu atau organisasi yang menduduki Tepi Barat dan mendorong pemerintah menghentikan seluruh kesepakatan dagang dengan Israel.

“Inggris tidak bisa diam saja menghadapi situasi yang terus memburuk di Gaza ini,” tegas Lammy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *