Pertemuan Tahunan Kokolot KKBK Se-Jabar-Banten Kukuhkan Persatuan Bangsa

0

MandatRakyat.com – Lembaga Adat Kesatuan Keluarga Besar Kasepuhan (KKBK) menggelar Pertemuan Tahunan Kokolot KKBK se-Jawa Barat dan Banten di Hotel Duta Berlian, Bogor pada hari Sabtu-Minggu (24-25/08/2019).

Fenomena polarisasi agama di Indonesia yang menguat saat proses pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 yang baru usai belum juga selesai meski pemilihan umum (pemilu) tinggal menyisakan fase pelantikan pememang terpilih yang sudah ditetapkan oleh KPU RI.

Polarisasi itu mengancam keutuhan NKRI kita. Dua calon presiden di pilpres kemarin sudah bertemu dan sampaikan pesan persaudaraan, namun di masyarakat bawah masih menyisakan percik-percik yang mengganggu persatuan Indonesia sebagaimana amanat sila ketiga dalam Pancasila.

Abah Surya Atmaja selaku Ketua Umum KKBK Jabar-Banten merespon hal tersebut dalam sambutannya saat membuka Pertemuan Tahunan Kokolot KKBK se-Jawa Barat dan Banten pada Sabtu (24/08/2019) di hotel Duta Berlian, Bogor.

Abah Surya meminta semua Kokolot Kabupaten dan Kota se-Jabar-Banten terus meningktkan soliditas dan kebersamaan serta berperan aktif dalam segala kegiatan baik lokal maupun nasional.
Selain itu, Abah Surya juga meminta Kokolot se-Jabar-Banten untuk terus menjalin hubungan baik dengan lembaga dan organisasi lain, baik LSM, OKP, dll.

“Sebagai masyarakat budaya, sinergi itu menjadi bagian watak kita” ungkap Abah Surya dalam sambutannya.
“Kita harus mengedepankan nilai leluhur, adat-istiadat, serta budaya, khususnya budaya sunda di Jabar-Banten, pun juga budaya daerah lain, karena kita hidup bersama berdampingan secara harmoni,” sambungnya.
Di akhir sambutannya, Abah Surya mengingatkan tentang empat pilar dan ke-Indonesiaan kita.

“Pancasila, UUD ’45, Bhineka tunggal ika, dan NKRI harus kita pertahakan. Keutuhan berbangsa kita diikat oleh empat pilar tersebut.” Pungkasnya.

Abah Surya menyampaikan kepada para kokolot agar mendukung pemerintahan yang sah sebagai pengemban amanat rakyat dan bangsa.

Beliau meminta agar setiap ada kegiatan, KKBK selalu tampil dan membawa misi KKBK. Agenda rutin tahunan KKBK bisa dilaksanakan bergantian tempatnya di mana pengurus KKBK kab/kota siap untuk menyalenggrakanya, agar KKBK lebih dikenal dan terkenal di masyarakat banyak.

Selain Kokolot KKBK dari kabupaten/kota se-Jawa Barat dan Banten serta jajaran pengurus pusat KKBK, hadir juga staf kepresidenan dan perwakilan BUMN.

Dadung Hari Setyo yang juga datang sebagai Staf Kepresidenan menyampaikan beberapa hal dalam sambutannya. Pertama; KKBK harus mendorong masyarakat melestarikan kearifan lokal dan memberi ketauladanan. Jika tidak demikian, seiring dengan waktu, kearifan dan keteladanan di masyarakat terdegradasi karena kompleksitas kebutuhan dan keinginan hidup masyarakat.

Kedua; Masyarakat adat harus mengupayakan tata kehidupan yang harmonis antar sesama masyarakat. Tokoh adat diharap memiliki hubungan yang kokoh dengan tokoh agama dan tokoh akademisi ataupun profesional yang lain.

Ketiga; Masyarakat adat harus memiliki jiwa yang mencintai lingkungan alam, menjaga, memelihara, melestarikan, dan memuliakan untuk kepentingan generasi ke depan, untuk anak cucu ke depan.

Keempat; Masyarakat adat harus memikirkan kemandirian sikap, tindakan prilaku yang kreatif dan produktif, memiliki basis usaha yang profesional. Kita menyarankan membentuk Badan Usaha Milik Adat.

Kelima; Masyarakat adat harus memiliki hubungan yang kokoh dengan pemerintah, baik di daerah, wilayah dan pusat. Hal itu agar masyarakat adat dapat berperan secara strategis dalam pembangunan.

“Keenam; Prestasi masyarakat adat harus nyata, berbentuk, berwujud, serta bermanfaat, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan hasilnya dapat dinikmati semua pihak.” Pungkasnya di akhir sambutannya.
Sementara Amin Sukendar yang juga didapuk memberikan sambutan sebagai perwakilan dari BUMN, menyampaikan bahwa BUMN siap bermitra dengan KKBK di masa yang akan datang.

Senada dengan ketiganya, R.Sudi atau sering disapa Cak Sudi sebagai Kokolot KKBK Kabupaten Bekasi yang juga hadir dalam pertemuan tahuanan Kokolot KKBK se-Jawa Barat dan Banten tersebut mengemukakan bahwa KKBK sebagai lembaga adat yang membawa nilai kasepuhan, harus mengambil peran besar dalam menjaga identitas budaya bangsa, juga dalam mengukuhkan persatuan bangsa dan negara.

“KKBK harus muncul dan mengambil peran besar di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga identitas budaya bangsa. Nilai-nilai luhur kasepuhan yang melekat pada KKBK, harus menjadi ruh gerak langkah KKBK dan para Kokolot di setiap daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten.” Tuturnya pada redaksi mandatrakyat.com pada Minggu (25/08/2019) usai acara.

Share.

About Author

Leave A Reply