PERLU NARASI KUAT DAN KHARISMATIK DALAM MENGEMAS POTENSI USAHA MASYARAKAT ADAT NUSANTARA

0

mandatrakyat.com – Spesifikasi Bentuk dan Jenis Usaha Masyarakat Adat Nusantara menjadi tema yang cukup menarik di acara NGOPI, Ngobrol santai penuh inspirasi ke-3 bersama KUP SUTA Nusantara pada Jum’at malam (21/6/2020). Menurut Dadung Hari Setyo, mengungkap spesifikasi bentuk-bentuk dan jenis-jenis usaha masyarakat adat yang ada di berbagai daerah menjadi sesuatu yang penting. Supaya kita mengetahui bentuk dan jenis-jenis usaha masyarakat adat yang ada seperti apa dan bagaimana pola-pola yang sudah diterapkan. “Dari bentuk dan jenis-jenis usaha yang ada di masyarakat adat di berbagai daerah nantinya bisa kita petakan dan pelajari supaya dapat dikemas dengan lebih baik dan mendatangkan potensi ekonomi yang lebih mensejahterakan masyarakat adat nusantara.” Tutur Dadung Hari Setyo, Ketum KUP SUTA Nusantara.

Pada acara NGOPI ketiga ini narasumber yang datang cukup beragam. Selain Dadung Hari Setyoselaku Ketum KUP SUTA Nusantara, ada juga Thobroni dari Sumsel selaku Ketua Bakorwil KUP SUTA Nusantara OKI Raya. Ada lagi Martinus Warimon sebagai Ketua Pimwil KUP SUTA Nusantara yang juga selaku Sekretaris Dewan Adat Papua. Dari NTT ada Setu Alberto Emanuel dari Gapensi dan Pembina KUP SUTA Nusantara.

Narasumber dari Kalimantan ada Hermanto selaku Ketua Pimwil KUP SUTA Nusantara Kalimantan Barat. Dari Sulawesi ada Nurmansyah sebagai Ketua Pimwil KUP SUTA Nusantara Sulawesi Tengah. Dan ada juga dari Maluku yakni H. Ka’ab Al-Ahbar selaku Panglima Kesultanan Ternate, namun karena kendala jaringan, H. Ka’ab belum bisa turut ngobrol-ngobrol santai di sesi ini. Dalam obrolan santai yang menarik ini turut urun gagasan juga Bang Fauzi Ali selaku Waketum KUP SUTA Nusantara dari Aceh.

Dari obrolan santai kuranglebih dua jam setengah itu, selain teridentifikasinya bentuk dan jenis usaha masyarakat adat di berbagai daerah, terungkap juga bagaimana masyarakat adat selama ini mengemas dan menjalankan beragam jenis usaha yang ada di tengah-tengah mereka. Rata-rata usaha masyarakat adat yang ada saat ini masih dikelola secara mandiri dan parsial dan dengan kemasan yang masih sangat sederhana.

Mencermati hal tersebut, seluruh narasumber dan peserta yang hadir dalan ngopi ketiga tersebut memandang kehadiran Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat (Perbumma) Adat Nusantara benar-benar menjadi harapan bagi kebangkitan ekonomi masyarakat adat nusantara. Perbumma Adat Nusantara juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat adat dalam mengemas usahanya lebih baik sesuai kekinian tanpa meninggalkan identitas adatnya.

Setelah identifikasi bentuk dan jenis usaha masyarakat adat nusantara ini, menurut Ketua Umum KUP SUTA Nusantara, nantinya akan dikelompokkan secara makro dan mikronya sehingga bisa singkron antara kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dengan usaha-usaha yang dijalankan oleh masyarakat adat nusantara. “Selain itu, diperlukan narasi yang kuat dan berkharisma dalam menyampaikan potensi usaha masyarakat adat nusantara yang sebetulnya luar biasa ini namun selama ini hanya dinarasikan dengan cara yang biasa saja, sehingga dikenalnya ya hanya biasa saja.” Pungkas Dadung HS dalam obrolan santai di Ngopi ketiga Jumat kemarin. (rsy).

Share.

About Author

Leave A Reply