HARI MASYARAKAT ADAT SEDUNIA DAN KEMAKMURAN YANG BERKELANJUTAN BAGI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA

0

MANDATRAKYAT.COM – Pada tanggal 9 Agustus 2020 ini diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Sedunia. Beberapa inisiator Perbumma Adat Nusantara sedang berbincang santai di kantor Perbumma Adat Nusantara di Ujung Menteng Business Center saat ditemui mandatrakyat.com di ruangan lantai 3 pada Minggu (9/8/2020). Para inisiator menyampaikan bahwa berdirinya Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat (Perbumma) Adat Nusantara di Indonesia memiliki perhatian besar terhadap peran dan kompetensi masyarakat Adat. “Fokus perhatian dan kepedulian kita ini pada masalah kesejahteraan masyarakat adat khususnya dan masyarakat pada umumnya. Jadi arahnya ke kesejahteraan. Nah, mewujudkan kesejahteraan itu dengan meningkatkan kompetensi atau kemampuan masyarakat adat itu sendiri, agar masyarakat adat khususnya memiliki daya saing secara sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat global.” Ungkap Dadung Hari Setyo, Ketua Umum Perbumma Adat Nusantara.

Sebagai prakondisi, sebelumnya Perbumma Adat Nusantara dan SUTA Nusantara sudah melakukan beberapa kali webinar untuk menyerap berbagai aspirasi dan gagasan-gagasan dari beragam profesi dan dari berbagai daerah.

“selain itu, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus nanti juga, sesungguhnya ini menjadi momentum untuk memerdekakan kemampuan masyarakat adat agar mereka berkemampuan baik secara sosial maupun ekonomi sehingga menjadi sejahtera. Itulah esensi SUTA Nusantara menggagas pembentukan Perbumma Adat Nusantara. SUTA Nusantara sudah bergerak lebih dulu. Karena itu SUTA Nusantara dan Perbumma Adat Nusantara tak bisa dipisahkan bagai dua sisi mata uang, karena yang menjalankan aktivitas dan kegiatan usaha itu SUTA Nusantara, tapi yang mengelola usaha dan yang membentuk badan usaha itu adalah Perbumma Adat Nusantara.” lanjut Dadung HS.

Menyambung hal tersebut, H.M. Gunawan menyampaikan bahwa aset milik masyarakat adat itu perlu difasilitasi nantinya oleh Perbumma Adat Nusantara agar aset-aset masyarakat adat itu bernilai tinggi baik secara sosial maupun ekonomi, sehingga hal itu bisa dipakai sebagai pijakan untuk mensejahterakan masyarakat adat khususnya. “Aset masyarakat adat selama ini jarang dikelola sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis yang layak. Aset-aset adat milik masyarakat di Indonesia ini harus dibuat memiliki nilai ekonomis, sehingga bisa memakmurkan mereka sendiri, dan Perbumma Adat Nusantara bisa memfasilitasi hal tersebut.” Ujarnya.

Sementara itu Pembina Perbumma Adat Nusantara Wahyuono menyampaikan bahwa pentingnya tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk Bersatu dan bahu-membahu mendorong kesejahteraan masyarakat adat melalui Perbumma Adat Nusantara. “saya berharap tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh-tokoh nasional bisa mendukung dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat adat khususnya melalui Perbumma Adat Nusantara.”

Sudiyanto atau yang akrab disapa Cak Sudi juga menambahkan bahwa negara bangsa yang berdiri di atas tanah-tanah adat nusantara mempunyai kewajiban moral dan konstitusional  untuk mewujudkan masyarakat adat nusantara yang Makmur dan berdaya saing tinggi serta dapat melestarikan nilai-nilai keluhuran nusantara sesuai nilai sejarah, adat-istiadat, dan budaya lokal di masing-masing daerah. “Negara Bangsa kita ini berdiri di atas tanah-tanah adat nusantara. karenanya, kita sebagai negara bangsa mempunyai kewajiban moral, kultural, dan konstitusional untuk sama-sama mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkelanjutan bagi masyarakat adat nusantara. Meningkatkan daya saing masyarakat adat termasuk dalam mengemas nilai-nilai sejarah, adat, dan budaya, serta potensi aset lokal di masing-masing wilayahnya hingga bernilai sosial dan bernilai ekonomi tinggi merupakan hal serius yang nantinya bisa dilakukan Perbumma Adat Nusantara, tentunya bersama semua komponen bangsa. Semua upaya tersebut sepenuhnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran yang  berkelanjutan bagi masyarakat adat nusantara dan generasinya. Hal itu sebagai bentuk  Indonesia bersyukur di usianya yang kini mencapai 75 tahun. “pungkas Cak Sudi.

Share.

About Author

Leave A Reply